Rabu, 26 Oktober 2016

3 Kesalahan Mobile Aplikasi yang Harus Dihindari Developer

Banyak developer yang bersemangat untuk membuat sebuah aplikasi. Hal ini dikarenakan pasar mobile aplikasi yang tinggi dengan meningkatnya jumlah pengguna smartphone di dunia. Beberapa developer bahkan membuat lebih dari 1 aplikasi agar bisa mengejar cepatnya pasar berkembang. Namun, developer juga perlu mempertimbangkan perangkap yang terlibat dalam pengembangan aplikasi mobile. Jika tidak, mereka mungkin harus membayar harga tinggi untuk kesalahan mereka dengan aplikasi mereka akhirnya gagal pada toko aplikasi. Mari kita lihat tujuh kesalahan, yang setiap pengembang aplikasi seluler harus menghindari dalam mencapai kesuksesan.

Beberapa kesalahan yang biasanya tidak sengaja dibuat atau bahkan tidak disadari oleh developer dapat membuat sebuah aplikasi menjadi jelek dan kehilangan pelanggan. Jika Anda adalah developer, berikut 5 kesalahan pada mobile aplikasi yang harus dihindari developer:

1. Ramai Fitur


Developer mungkin berpikir bahwa mengembangkan aplikasi mobile dengan fitur lengkap akan menjadi sesuatu yang hebat. Namun, itu bukan pendekatan yang tepat pada peluncuran pertama. pengguna akan merasa aplikasi sulit digunakan dan tidak bisa menemukan apa yang berguna bagi mereka dan apa yang tidak. Sehingga merekapun kehilangan minat. Sebuah aplikasi mobile harus sederhana, user-friendly dan yang paling penting tujuan.

Oleh karena itu, pertama-tama penting untuk memahami tujuan dari aplikasi dan kemudian hanya mencakup fitur-fitur yang penting dan terarah bagi pengguna, untuk menghindari komplikasi. Seorang pengembang kemudian dapat menambahkan lebih banyak fitur di rilis selanjutnya.

2. Terlalu Fokus Pada Teknis


Kebanyakan mobile app developer terlalu asik dalam hal teknis, mereka membuat semua dari 0, yang pada akhirnya mereka akan kehabisan waktu dalam menyelesaikan app yang mereka bangun. 

Strategi Teknis yang Baik bagi Developer yang sudah expert adalah mereka membuat app yang berada di arsitektur layanan yang baik, hal ini bertujuan untuk mengurangi effort dalam development. Sebagian besar mobile app menggunakan Mobile Backend as a Service (mbaas) agar mereka bisa mempercepat waktu development dan segera merilis app yang sedang dibagun.

3. Mengembangkan di Setiap Platform


Developer tidak harus membangun aplikasi untuk semua platform mobile. Hal ini penting untuk fokus pada satu platform mobile terlebih dahulu, kemudian pindah ke yang lain. Jika terjadi update OS di masa mendatang, para developer harus menerapkannya pada semua platform, mereka tidak perlu kerepotan mengupdate aplikasi satu persatu. Dengan demikian, penting untuk merumuskan strategi untuk peluncuran. Mulai pada satu platform kemudian kembangkan pada platform lainnya.

Kesalahan-kesalahan yang kesannya sederhana ini mampu memberikan dampak yang cukup besar untuk sebuah mobile aplikasi. Sebagai seorang developer, Anda perlu lebih memikirkan strategi sebelum meluncurkan mobile aplikasi seperti tips-tips yang ada disini agar aplikasi Anda lebih sukses saat peluncuran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar